Rabu, 20 Januari 2010

Bunga Edelweiss, Si Cantik Yang Abadi


Bagi para pendaki gunung, bunga edelweiss tentu bukan bunga yang asing lagi. Yah, bunga cantik ini memang akrab dengan para pendaki dan mengilhami banyak orang melalui keindahan dan keabadian yang ditampilkannya. Tak heran kalau bunga ini disebut sebagai bunga abadi, karena mekar dalam waktu yang cukup lama.

Bunga edelweis asli atau yang sering disebut dengan everlasting flower sebenarnya adalah bunga Leontopodium yang hanya ada di pegunungan alpen, bukan bunga edelweis jawa atau Anaphalis javanica. Tapi apa daya sudah terlanjur, karena bunga ini yang sebenarnya bunga adalah serbuk kuning yang dalam waktu 1-3 hari setelah mekar akan rontok dan menyisakan kelopak bunganya saja. Kelopak bunga yang tahan lama inilah yang sering 'dicolong" oleh para pendaki gunung. Dan mereka pun akhirnya kecolongan karena hanya membawa kelopak bunga abadi.

Bunga edelweiss jawa memiliki klasifikasi sbb:
Kingdom: Plantae
(unranked): Angiosperms
(unranked): Eudicots
(unranked): Asterids
Order: Asterales
Family: Asteraceae
Genus: Anaphalis
Species: A. javanica
Binomial name Anaphalis javanica

Bunga edelweiss merupakan spesies tanaman berbunga endemik yang banyak ditemukan di daerah pegunungan di Jawa, Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan dan Lombok. (Sumber: Wikipedia)
Bunga edelweiss yang menyukai sinar matahari penuh ini dalam ukuran dewasa dapat mencapai 8 meter tingginya, tapi pada umumnya hanya mencapai tinggi kurang dari satu meter. Bunga edelweiss umumnya terlihat antara bulan April – Agustus, dimana pada sekitar akhir Juli – Agustus merupakan fase mekar terbaiknya.

Bunga edelweiss (Anaphalis javanica) sangat popular dikalangan wisatawan. Bunga ini dikeringkan dan dijual sebagai souvenir. Kondisi ini menyebabkan spesies tanaman ini mengalami kelangkaan . Di wilayah gunung Bromo – Tengger Jawa Timur, tanaman ini dianggap punah. Jumlahnya yang terus menurun membuat tanaman ini termasuk yang dilindungi di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango , Jawa Barat. Larangan untuk memetik bunga ini terpampang jelas, namun kerapkali pemetikan bunga edelweiss sulit dihindarkan dari tangan-tangan jahil yang mencoba menyelundupkan bunga tersebut.

Kabar gembiranya, bunga edelweis jawa (Anaphalis javanica) ini sudah banyak dibudidayakan oleh para petani di daerah Dataran Tinggi Dieng di Jawa Tengah. Para petani ini membudidayakannya dengan cara menanam anakan yang tumbuh dari biji dan tersebar di sekitar pohon induknya serta ditanam di daerah dataran tinggi lebih dari 1000 m dpl, pada tanah liat berkapur atau berpasir dengan pH (keasaman tanah) antara 4-7.

Kesadaran kita untuk menjaga kelestarian bunga edelweiss membutuhkan niat yang kuat, jangan sampai keindahan alam yang diberikan sang Pencipta ini akan hilang dari pegunungan Indonesia sepuluh atau duapluluh tahun mendatang.

3 komentar:

  1. aku mo nitip lagu faforitku n

    " dibukit hijau kenangan pertama saat saat kita berdua....

    Semoga keanekaragaman fauna indonesia makin diminati dan di jaga

    Setiyo

    BalasHapus
  2. Oh, jadi terinspirasi ya setelah baca ini. Terima kasih. I think you're a romantic person. Don't you?

    BalasHapus
  3. Jika Memang Bunga Edelweis Indah Jagalah Dan Rwatlh Jika It Kemauwanmu

    BalasHapus